Bagaimana Abad Pertengahan dimulai?
2. FAKTOR PENYEBAB INVASI
Abad Pertengahan penuh dengan kekacauan dan kemunduran sebagai akibat dari invasi bangsa-bangsa barbar (tidak mengenal pendidikan) dan fokus ke bidang pertanian sampai dengan akhir abad X. Dua faktor penyebab invasi di era tersebut adalah:
- Migrasi : Sejak tahun 395 M wilayah Kekaisaran Romawi, khususnya di sebagian wilayah timur dan barat mengalami krisis politik. Hal tersebut membuat bangsa-bangsa barbar berani menyerang wilayah di sekitar Sunga Danube dan bahkan ke wilayah Italia. Perbatasan di Sungai Rhine juga terbengkalai, dan pusat pemerintahan Galia dipindah ke Arelate. Sebagai akibatnya, orang-orang Jermania menginvasi dengan begitu mudahnya menyeberangi Sungai Rhine dalam jumlah pasukan yang besar pada tahun 405-406 M. Orang-orang bangsa Franka dan Burgundi menempati wilayah barat Sungai Rhine sementara orang Visigoth menduduki Aquitania (Aquitaine).
- Menjajah: Setelah kekaisaran Romawi Timur runtuh, Bangsa Galia dikuasai oleh Bangsa Frank. Abad V dan VI Masehi merupakan awal Bangsa Galia dikuasai oleh Bangsa Francs. Clovis, raja pertama Bangsa Francs (dia berhasil menyatukan berbagai suku Francs) mengalahkan Syagrius, perwakilan resmi kekaisaran Romawi di wilayah Galia. Clovis juga merupakan raja Katolik pertama, dibaptis pada tahun 497. Ia menikah dengan Clotilda, putri Burgundian yang memeluk agama Katolik Roma. Maka, Paus dan Bangsa Frank menjadi sekutu yang kuat. Kata frank/franc inilah yang kemudian dianggap sebagai asal mula nama France (Negara Prancis) saat ini. Pada tahun 511 Clovis meninggal dan dinasti Merovingien (diambil dari nama kakek Clovis yaitu Merovaeus) melemah.
3. SIAPA ITU CLOVIS?
Clovis (memerintah 481/482–511 M), anak Childeric, menyatukan seluruh wilayah Galia, kecuali daerah bagian tenggara. Clovis telah mulai melakukan konsolidasi bangsa Franka di wilayah Galia utara begitu dirinya naik takhta. Pada 486 M dia mengalahkan Syagrius, penguasa terakhir Romawi di Galia. Selanjutnya dengan dukungan orang-orang Galia-Romawi, dia menduduki wilayah-wilayah antara kekuasaan bangsa Franka di Tournai, wilayah Visigoth dan Burgundi, dan tanah-tanah yang diduduki suku bangsa Franka Ripurian dan Alemanni dan melepaskannya dari kekuasaan Romawi. Ada kemungkinan hal itu berlangsung pada saat dia mengalahkan raja-raja bangsa Salian. Pada tahap selanjutnya dia menyerang orang-orang Jermania lainnya yang berada di Galia. Clovis lalu meneguhkan kekuasaan di wilayah yang didiuduki bangsa Alemanni melalui kemenangan dalam peperangan yang disebut Perang Tolbiacum (Zulpich). Pada akhir tahun 490 M, Clovis telah menguasai wilayah di antara dua sungai, Seine dan Loire yang mencakup Nantes, Rennes, dan Vannes sebelum bergerak menyerbu kerajaan Visigoth. Dia mengalahkan Alaric II di Vouillé pada 507 M, dan dilanjutkan dengan menganeksasi Aquitania yang berada di antara tiga sungai besar, yaitu Sungai the Loire, Rhône, dan Garonne. Tak ketinggalan Novempopulana, wilayah di antara Sungai Garonne dan Pegunungan Pyrenee.
![]() |
Wilayah Novempopulana Septem Provinciae - Wikipedia |
4. DINASTI CAROLINGIENNE
1. Pépin le Bref (Pépin si Cebol), pemuka bangsa Francs mendirikan dinasti Carolingienne pada tahun 751. Pépin Si Cebol yang menjadi pemimpin istana secara de facto telah menguasai wilayah Francia (Regnum Francorum) pada saat itu ingin menjadi raja. Dia dinobatkan sebagai raja dengan restu Kepausan. Apa yang dilakukan Pippin ini mengakhiri dominasi kekuasaan klan Merovingian.
2. Dinasti Carolingienne mencapai puncaknya pada tahun 800 dengan penobatan Charlemagne sebagai Kaisar Romawi pertama di Barat dalam lebih dari tiga abad. Kematiannya pada tahun 814 memulai periode fragmentasi dan kemunduran Kekaisaran Carolingienne yang diperpanjang dan pada akhirnya akan mengarah pada evolusi Kerajaan Prancis dan Kekaisaran Romawi Suci. Dinasti Carolingienne mengambil namanya dari Carolus , nama Latin Charles Martel , penguasa de facto Francia dari 718 sampai kematiannya.
5. CHARLEMAGNE
![]() |
| https://www.britannica.com/biography/Charlemagne |
- Pada saat penobatan Charlemagne, Kerajaan Francs terdiri dari Prancis sekarang, Belgia, Swiss, serta sebagian negeri Belanda sekarang dan Jerman.
- Charlemagne menaklukkan Saxony, suatu daerah luas di sebelah utara Jerman. - Wilayah kekuasaannya dibagi menjadi beberapa (1) county, semacam kabupaten / kotamadya dan dipimpin oleh seorang count; (2) marches, wilayah perbatasan yang rawan invasi, berada di bawah pengawasan militer para marquises.
- Charlemagne berusaha memajukan bangsa Frank melalui pendidikan dan seni. Anak laki-laki dari orang bebas dan budak dilatih untuk menguasai tata cara pelayanan agama Katolik sementara istana menjadi tempat bersekolah para bangsawan.
- Ia melakukan serbuan ke bagian selatan Jerman dan barat daya Prancis untuk mengukuhkan pengawasannya atas daerah-daerah itu. Untuk mengamankan perbatasan timur kerajaannya, Charlemagne melakukan serentetan penyerbuan terhadap bangsa Avar (berdarah Asia). Charlemagne juga mencoba mengamankan daerahnya di perbatasan bagian selatan. Tahun 778 dia memimpin penyerbuan ke Spanyol. Meskipun tidak berhasil, tetapi Charlemagne mampu mendirikan daerah kekuasaan di Spanyol bagian utara, terkenal dengan sebutan "Spanish March". Wilayah ini mengakui kedaulatan Charlemagne.
- Charlemagne berhasil menyatukan hampir seluruh Eropa Barat di bawah kekuasaannya. Pada puncak kejayaan, kerajaannya terdiri dari sebagian besar Prancis sekarang, Jerman, Swiss, Austria, Belanda, dan sebagian besar Italia.
- Penerus Charlemagne, yaitu 3 orang cucunya, Lothair yang berkuasa di wilayah Italia utara, sepanjang lembah Sungai Rhine dan Rhone, Louis dan Charles, yang berkuasa di sebelah timur dan barat wilayah kekuasaan Lothair dengan pembagian sebagai berikut : Louis menguasai wilayah timur yang kemudian berkembang menjadi Jerman modern dan Charles menguasai Frank bagian barat yang berkembang menjadi Prancis modern. Sementara itu, Lothair menguasai wilayah yang sekarang menjadi Italia, Belgia, Belanda, Luxemburg, dan Swiss.
6. HAK ISTIMEWA BANGSA FEODAL.
Ketiga orang penerus Charlemagne ini tidak memiliki kemampuan seperti Charlemagne. Mereka memerintah tetapi tidak menguasai. Otoritas kerajaan menurun dan penguasa lokal yang justru berjaya. Hal ini kemudian menyebabkan muncul feodalisme, yaitu sistem sosial di Eropa yang ditandai dengan kekuasaan yang besar di tangan tuan tanah. Hak-hak istimewa seorang bangsawan feodal antara lain :
- Menarik pajak
- Meminta bantuan militer orang-orang yang bergantung kepadanya
- Mengadili orang-orang yang bergantung kepadanya di pengadilan
- Mendeklarasikan perang
- Membuat perjanjian dan uang.
- Tuan Tanah utama atau raja sebagai pemilik dan penguasa suatu negara.
- Lord Besar (duke,marquis,count,viscount,baron) :
- Lord yang lebih rendah (para ksatria)
- Vassal adalah seseorang yang menjalin hubungan dengan monarki yang berkuasa biasanya dalam bentuk dukungan militer, perlindungan bersama, atau pemberian upeti, dan menerima jaminan dan imbalan tertentu sebagai gantinya.
Selain dari informasi yang kami sampaikan baru saja. Kami juga mendapatkan komentar tambahan dari kelompok lain. Dari komentar tersebut, kami juga akan memaparkan tanggapan dari kelompok kami.

